Keikhlasan bersedekah

Mei 14, 2009

Namaku fajar dari pemalang aku mau cerita tentang teman ku yang bernama hq suatu pagi dia sedang menyapu dihalaman rumahnya 2 hari yang lalu saya pernah cerita kepada teman teman di sekolah yang intinya saya melihat cerita yang telah ditayangkan oleh sentuhan qolbu tentang sedekah,nah rupanya si teman saya HQ mendapatkan sebuah hidayah yang luar biasa dia rupanya mempraktekanya pagi itu ada 3 orang tua yang menghampirinya lalu mengulurkan tanganya secara spontan teman saya langsung bergegah maengambil uang disakunya waktu itu sekitar 1500,-ke tiga orang tua itupun bergegas mengucapkan terima kasih dan keluar dari rumah ,tepat jam 7 teman saya berangkat ke DINAS PERTANIAN dengan semangat ternyata sesampai di sana teman saya disuruh tanda tangan sambil di sodori amplop berisikan Rp 150.000 teman saya pun merasa senang dan dia teringat bahwa jika Kita menyedakahkan sesuatu di jalan ALLAH SWT,dengan ikhlas maka Allah akan membalasnya 100 kali lipat bahkan lebih .hanya itu saja berbagi cerita fajar semoga bermanfaat bagi semua kalangan yang mau berbagi di jalan Alllah SWT

Sedekah is the best

Mei 14, 2009

Rekan-rekan pembaca, jangan punya pemikiran kalau sudah sedekah harus mendapatkan balasan rezeki berupa uang atau hadiah. sebenarnya Allah itu memberi balasan dari sedekah kita juga dari kesehatan, keselamatan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Saya sering merasakan keajaiban sedekah dengan pertolongan Allah berupa diberikan keselamatan dari bahaya dan dijaga kesehatan keluarga kita dari sakit, yang kalau kita apabila mengalami sakit dan musibah bisa-bisa kita harus mengeluarkan uang yang banyak. Contohnya kami pernah naik mobil, jemput sekolah anak, dari rumah mobil tidak ada masalah, dan dalam perjalanan setelah anak saya jemput, tiba-tiba dijalan saya punya ide mau tanya-tanya tukang servis mobil. padahal gak ada rencana servis mobil. Alangkah kagetnya saya setelah tukang servis mobil nyoba mobil saya ternyata kata tukang servisnya rem mobil saya blong! saya nggak percaya dan disuruh nyoba bersama-sama satu mobil. dan Ya Allah ternyata benar-benar remnya blong. Andaikan saya tadi langsung pulang kerumah yang jaraknya lebih jauh dengan tempat servis, apa jadinya saya dengan anak saya. saya langsung terharu dan sangat bersyukur dan benar-benar nggak nyangka ada kekuatan yang menggerakan saya untuk berhenti di tukang servis mobil. Terima kasih ya Allah. Dan saya juga merasakan keajaiban sedekah ini dari yang biasanya kita itu nggak pernah absen dengan ngisi kantong dokter karena anak-anak sering sakit, dan alhamdulillah sekarang anak-anak sudah sangat jarang sekali kedokter. jadi saya pikir dengan sedekah tidak harus dibalas dengan mendapatkan uang tapi dengan kita dilindungi kesehatan dan keselamatan kita, sama saja akan menghemat uang kita.

pagi hari tgl 04 desember 2006 saya sangat malas untuk pergi kerja seperti biasanya. Hp di silent mode, karena tidak ingin terganggu apapun. saya sedang dirundung kebingungan karena telah menggunakan uang kantor, dan atasan saya menanyakan uang tersebut. ampuuun saya merasa gelap, dan akhirnya saya tidak masuk kerja. seharian saya kebingungan di rumah. saya tidak tahu harus berbuat apa. akhirnya tengah malam saya putuskan untuk mengadu pada penguasa alam ini,saya tundukkan,sujudkan kening serendah-rendahnya untuk mengharap ridho-NYA, saya pasrahkan segalanya pada penguasa kerajaan langit dan bumi ini. 05 des 06, saya pasrah berangkat kerja dengan bulat tekad saya akan katakan sesungguhnya, dibenak saya saat itu saya akan dipecat tapi saya pasrah. tapi apa yang terjadi???? Alloh memang maha besar, atasan saya hanya terdiam ketika mendengar pengakuan saya, namun akirnya beliau langsung memberikan solusi yang sungguh bijaksana. Tahajud memang berkah.

assalamualaikum wr wb,
setengah tahun yg lalu saya baru aja pulang dari hk,saya menjadi tkw disana sejak tahun 2003.Ada yg mengganjal di hati saya sehingga saya memberanikan pulang sebelum kontrak saya habis,padahal sistem kontrak disana kalau belum habis kontrak harus bayar denda satu bulan gaji ma beli tiket pulang sendiri,karena saya udah tidak betah akhir nya saya minta pulang,tapi saya nggak punya uang dan itu saya utarakan ke majikan pada bulan april tapi majikan tetap bilang kalau saya harus bayar denda itu,dgn hati galau ingin sekali saya mengubah niat saya,tapi karna saya tidak betah ya saya nekat.Saya mencoba pinjem uang ke teman baik saya tapi tak seorang pun membantu.Pada saat itu saya marah,kenapa ketika teman saya pinjem begitu mudah saya kasih tapi gliran saya?nggak ada satu pun yg mau pinjemin.Dan pada saat itu ada kejadian yg membuat saya sedih yaitu ketika ada bencana gempa di yogja. Saya hanya mendengarnya sekilas krn saya gak ada libur jadi saya hanya menganggap gempa biasa.Tapi ketika teman saya mengirim sms kpd saya untuk menyumbang saat itu saya baru ngeh ternyata gempa nya begitu dasyat kemudian dgn keberanian diri saya minta pada majikan untuk libur dgn catatan saya harus membayar uang libur itu sebesar $110,waduh kalut bener pikiran saya saat itu yg ada hanya stress, uang dah pas2an ditambah harus byar denda libur,langsung aja saya nekat bilang ok, saya bayar. Keesokan hari nya saya sedekahin sekian dolar uang saya n baju yg layak pakai diserahin langsung ke panitia sumbangan.Selang beberapa hari tiba waktu nya saya harus meningglkan hk,disaat itu saya di telpon agent dan saya bilang kalo saya booking pesawat sendiri,tanpa saya sadari agent saya bilang kalau majikan saya udah membelikan tiket untuk saya bukan hanya itu ketika saya mau pulang majikan saya memberi gaji satu bulan gaji $3320 langsung saja saya kaget bercampur seneng ternyata uang yg saya sumbang kan diganti berpuluhh lipat sama ALLAH,padahal saat itu saya tidak pernah solat krn disana orang hk takut solat.Mulai saat itu saya yakin ternyata MUSIBAH ITU BUKAN SUATU MUSIBAH TETAPI MEMANG BENAR KALAU ALLAH ITU RINDU MA KITA SEHINGGA DIA MEMANGGIL KITA DGN MUSIBAH ITU

Seorang tukang sapu jalanan berasal di bilangan tebet mendapat berkah pergi haji gratis dari DKI jakarta, ketika setelah bertahun – tahun bekerja sebagai pegawai rendah di lingkungan DKI yaitu tukang sapu jalanan, tak bermimpi dapat pergi haji gratis dan di biayai oleh Pemda DKI dimana tempat beliau bekerja, ketika suatu hari dipanggil atasannya di Balai Kota dan menanyakan kesediaan untuk dapat pergi haji, Untuk menjaga keadilan atasan tersebut memanggil rekan-rekannya se profesi sebanyak 2 orang mereka di tes sjauh mana pengetahuan agama yang mereka ketahui, sampai akhirnya semuanya diminta membaca al-quran, dua diantarnya kuarang lancar, sedangkan beliau yang dari kecil dengan pendidikan agama sangat pasih membaca al-quran, Atasannya langsung menunjuk beliau untuk dapat pergi haji gratis atas dasar beberapa pertimbangan. beliau masih hidup sudah pensiun dan sekarang tinggal di daerah TEBET

Uang kaget

Mei 14, 2009

Saya seorang ayah dari seorang puteri yang manis yang saat ini berusia 4 tahun dan seorang suami dari satu orang istri, di usia saya yang ke 32 tahun saya sudah bekerja lebih dari 12 tahun diperusahaan swasta dengan bidang yang sudah saya kuasai. kira-kira setahun yang lalu ditiap bulannya saya selalu merasa kesulitan dengan kondisi keuangan kami sekeluarga (mungkin karena sikecil sudah masuk TK kecil dan minum susunya bertambah..) untuk memenuhi “kekurangan” tersebut saya masih -NGEband dari satu cafe kecafe yang lain alhamdulillah Allah SWT masih memberikan karuniaNya sehingga saya masih bisa memberikan susu dan makan sehari-hari untuk ke-2 orang yang amat saya cintai. Singkat cerita, beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga mengenai sedekah (hanya obrolan kosong 2 orang manusia yang mencoba untuk menarik perhatian Allah SWT.. ;o) ) beberapa hari kemudian saya mendapatkan joob NGEband di salah satu hotel berbintang di Jakarta dibilangan Sudirman, sejurus setelah Ngeband saya selesai, saya mendapatkan uang honor… dalam hati saya berucap “ALHAMDULILLAH YA ALLAH masih engkau berikan kemudahan rizki, paling tidak untuk 4-5 hari saya tidak bingung untuk membeli makan dan susu untuk sikecil. Arloji di tangan saya menunjukkan jam 22.45 ketika saya akan keluar dari parkiran, saya melihat dua anak kecil meminta-minta sumbangan, spontan saya buka amplop ‘honor’ saya dan bertanya “adik-adik sudah makan atau belum??” dengan lemas mereka menjawab “belum omm..” lemas dan terharu saya mendengarnya (saya teringat anak saya…) tanpa berlama-lama lagi saya memberikan beberapa rupiah dari ‘honor’ saya, setelah menerima beberapa rupiah tersebut anak-anak tadi melonjak-lonjak kegirangan… alhamdulillah, saya masih bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain… saya pulang. Tanpa terasa sudah dua hari dan susu si kecil sudah mulai menipis… saya duduk termenung dimeja kantor kapan lagi saya dapet joob Ngebad buat beli susu… seperti disambar gledek tiba-tiba supervisor saya menyuruh saya ke divisi keuangan “aduuhh apa lagi ini.. apa kerjaan saya ada yang salah… dengan berat hati saya berangkat juga… singkat cerita, begitu mamasuki ruangan salah seorang staff disitu menyapa saya “adduuhhh kemaja aja mass..??? sudah 2 hari saya cariin tidak pernah ada…” saya hanya tersenyum seadanya.. ‘tanda tangan disini mas!!’ katanya mati akuu!!! ada apa lagi nihhh??? saya ambil kertas itu dan saya baca.. ASTAGHFIRULLAHALADZIIMM…!!! AALLAAHHUAKKBAARR..!!! ternyata itu tanda terima uang honor yang tidak saya sangka-sangka…. dengan terharu saya menandatangani dan menerima amplop itu… kembali ke meja kerja saya berfikir keras ada pa ini??? apakah semudah itu saya ‘berkomunikasi’ denganNYA???… pikir punya pikir tiba-tiba saya teringat dengan ‘obrolan’ saya bersama dengan sahabat… sujud sukur saya kepadaNYA… ALLAH maha besar… ALLAH MAHA BESAR… mungkin kalau manusia bisa lebih berempati bahwa sesungguhnya bukti kebesaran ALLAH itu bertebaran diseluruh ruang dan waktu tapi sayang kadang kita selalu terkunci dengan hal keduniawian… MASYAALLAH ampunilah hambaMU ini dengan segala kekhilafan dan semua ketidak sempurnaan… -amien ade dan keluarga terima kasih sahabat…! dan mudah-mudahan akan banyak sahabat-sahabat ku yang lain terinspirasi melakukan hal yang sama bukan nilai tapi niat didalam hati itu yang lebih penting… amien

saya punya sahabat yang kebetulan berbeda keyakinan akidah, tetapi kami tetap menjalin silaturahmi dengan baik. pada suatu hari, dia kehabisan pulsa padahal pada saat itu dia sangat membutuhkannya guna kelancaran bisnisnya, lalu dia menghubungi saya melalui HP teman kerjanya/SMS, memang benar dia tidak memintanya tapi saya mengerti apa yang diinginkannya. kemudian dengan uang pas-pasan saya transferkan pulsa XL 100RB dengan harga 102RB. 3 hari kemudian, kakak ku mendapatkan khabar baik dan sebagai ungkapan dari kegembiraannya itu, dia menghadiahkan sebuah ponsel/HP seharga 550RB. Alhamdullilah ternyata dengan sedekah 102RB, Allah membalasnya dengan dengan yang lebih dari yang aku berikan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.